Klasifikasi
model ARIMA
Model
Box-Jenkins (ARIMA) dibagi kedalam 3 kelompok, yaitu: model autoregressive (AR),
moving average (MA), dan model campuran ARIMA (autoregressive moving
average) yang mempunyai karakteristik dari dua model pertama.
1)
Autoregressive Model (AR)
Bentuk umum model autoregressive
dengan ordo p (AR(p)) atau model ARIMA (p,0,0)
dinyatakan sebagai berikut: t t t p t p t X = + X + X + + X + e − − − μ ' φ φ ... φ 1 1 2 2 [0]
dimana: μ ' = suatu konstanta p
φ =
parameter autoregresif ke-p
et = nilai
kesalahan pada saat t
2)
Moving Average Model (MA)
Bentuk umum model moving
average ordo q (MA(q)) atau ARIMA (0,0,q) dinyatakan
sebagai berikut: t t t t q t k X e e e e − − − = μ '+ −θ −θ − ... −θ 1 1 2 2
dimana: μ ' = suatu konstanta 1 θ sampai q θ adalah parameter-parameter moving average
et-k = nilai
kesalahan pada saat t – k
3)
Model campuran
a.
Proses ARMA
Model umum untuk
campuran proses AR(1) murni dan MA(1) murni, missal ARIMA (1,0,1) dinyatakan
sebagai berikut: 1 1 1 1 ' − −
= + + − t t t t X μ φ X e θ e atau t t (1 B)X
' (1 B)e 1 1 −φ
= μ + −θ
AR(1) MA(1)
b.
Proses ARIMA
Apabila
nonstasioneritas ditambahkan pada campuran proses ARMA, maka model umum ARIMA (p,d,q)
terpenuhi. Persamaan untuk kasus sederhana ARIMA (1,1,1) adalah sebagai
berikut: t t (1 B)(1 B)X ' (1 B)e 1 1
− −φ = μ + −θ pembedaan AR(1)
MA(1) pertama.
Musiman
dan Model ARIMA
Musiman
didefinisikan sebagai suatu pola yang berulang-ulang dalam selang waktu yang
tetap. Untuk data yang stasioner, faktor musiman dapat ditentukan dengan mengidentifikasi
koefisien autokorelasi pada dua atau tiga time-lag yang berbeda nyata dari
nol. Autokorelasi yang secara signifikan berbeda dari nol menyatakan adanya
suatu pola dalam data. Untuk mengenali adanya faktor musiman, seseorang harus
melihat pada autokorelasi yang tinggi. Untuk menangani musiman, notasi umum
yang singkat adalah: ARIMA (p,d,q) (P,D,Q)S Dimana (p,d,q)
= bagian yang tidak musiman dari model (P,D,Q) = bagian musiman dari
model S = jumlah periode per musim.
Identifikasi
Proses
identifikasi dari model musiman tergantung pada alat-alat statistik berupa autokorelasi
dan parsial autokorelasi, serta pengetahuan terhadap sistem (atau proses) yang dipelajari.
Penaksiran
Parameter
Ada
dua cara yang mendasar untuk mendapatkan parameter-parameter tersebut:
a. Dengan cara mencoba-coba (trial and error),
menguji beberapa nilai yang berbeda dan memilih satu nilai tersebut (atau
sekumpulan nilai, apabila terdapat lebih dari satu parameter yang akan
ditaksir) yang meminimumkan jumlah kuadrat nilai sisa (sum of squared
residual).
b.
Perbaikan secara iteratif, memilih taksiran awal dan kemudian membiarkan program
komputer memperhalus penaksiran tersebut secara iteratif.
Pengujian
Parameter Model
1.
Pengujian masing-masing parameter model secara parsial (t-test)
2.
Pengujian model secara keseluruhan (Overall F test)
Model
dikatakan baik jika nilai error bersifat random, artinya sudah tidak mempunyai
pola tertentu lagi. Dengan kata lain model yang diperoleh dapat menangkap dengan
baik pola data yang ada. Untuk melihat kerandoman nilai error dilakukan pengujian
terhadap nilai koefisien autokorelasi dari error.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar